#related-posts{float:left;height:160px;margin-bottom:10px; outline: 1px solid #fff;border: 1px solid #ddd;background: #f9fafb;} #related-posts h3{font-family: Francois One;font-size:20px;font-weight:400;color: #222222;margin-bottom: 0.5em;margin-top: 0.5em;margin-left: 0.5em;padding-top: 0em;} #related-posts ul{margin:5px;width:613px;padding-left:17px;list-style:none;display:block;} #related-posts ul li{list-style:none;position:relative;float:left;border:0 none;margin-right:11px;padding:2px;width:86px;} #related-posts ul li:hover{z-index:100} #related-posts ul li:hover img{border:3px solid #BBB} #related-posts ul li:hover div{font-size:7px;text-transform:capitalize;position:absolute;top:20px;left:-15px;margin-left:0;width:130px} #related-posts ul li img{border:3px solid #DDD;width:80px;height:80px;background:#FFF;display:block;} #related-posts ul li div{position:absolute;z-index:99;margin-left:-999em} #related-posts ul li .title{text-align:center;border:1px dotted #CCC;background:#fff;padding:5px 10px

Pages

Selasa, 10 Juli 2012

(FF) Yesung "I'm A Singer" Part 6

Minhe reader, aku udah jarang banget bikin FF...aku akan berusaha untuk tetap semangat FIGHT.

By : Yessis


                Yesung menggeletakkan tubuhnya diruang tengah, ia masih memikirkan pembicaraannya dengan security dorm tadi siang. Tv sengaja ia nyalakan agar terasa ramai di dorm. Hanya ia yang ada di dorm, semua orang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.  Dia mengganti-ganti channel tv tapi tidak ada acara yang menarik perhatiannya.  Seseorang memencet bel, yesung melangkah menuju pintu lalu membukanya, tapi tak ada seorangpun didepan pintu. “Aneh.” Batinya, ia lalu kembali keruang tengah, bel pintu kembali berbunyi, yesung berjalan kepintu lagi, tapi ia tak melihat seorang pun di depan pintu,

“Ini bukan ulah hantu kan?” kata yesung, ia jadi merinding sendiri. Kali ini yesung tidak langsung keruang tengah, ia menunggu didepan pintu agar dapat menangkap orang yang iseng memencet bel. Tapi kali ini yesung menunggu cukup lama, bel belum juga berbunyi.

Ketika yesung baru saja akan pergi pintu bel berbunyi untuk yang ketiga kalinya, dengan cepat ia membuka pintu dan mendapati seseorang yang memakai topi untuk menutup wajahnya, ia dengan cepat melarikan diri,


“Yaaa…..Berhenti.” teriak yesung, ia mengejar orang tersebut. Orang tersebut berlari  menuju tangga darurat. Yesung berlari ke lift, “Kali ini kau akan kutangkap.” Kata yesung. Yesung sampai dilantai dasar tapi ia tidak melihat seorangpun disana.

“Aah…Sial, aku kehilangannya.” Kata yesung kesal. Lalu ia memutuskan untuk kembali ke dorm. Ia sampai didepan dorm. Sebelum membuka pintu, yesung melihat tulisan didepan pintunya, tulisan penghinaan untuk grupnya, yesung sangat kesal membacanya hingga ia menendang pintu dengan keras.

“Aww…aaww…kakiku.” Yesung mengerang kesakitan sambil berjingkat-jingkat, ia merasa sangat sial hari ini setelah dikerajain oleh antis sekarang malah kakinya yang kesakitan.

“Menendang pintu itu tidak membuatmu keren sama sekali.” Kata seseorang. Yesung menengok,

“Michi-shi? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya yesung heran.

“Kakimu tidak apa? Sepertinya itu akan bengkak.” Kata michi tanpa menjawab pertanyaan yesung.

“Sepertinya begitu. Ini sakit sekali.” Kata yesung meringis. Michi mengambil sesuatu dalam tasnya dan mengambil botol minyak miliknya.

“Pakailah minyak ini, ini akan mengurangi bengkak dikakimu.” Kata michi memberikan miliknya pada yesung.

“Terimakasih. Oya, maaf aku tidak bisa mengundangmu kedalam dorm, karena kami tidak diperbolehkan  membawa perempuan kedalam dorm, hanya ahjumma yang membantu kami untuk bersih-bersih yang boleh masuk dorm ini.” Kata yesung menjelaskan.

“Tidak apa-apa. Lagi pula aku hanya lewat dan tidak sengaja melihatmu sedang menendang pintu. Kamu sedang berlatih beladiri ya?” Tanya michi.

“Tidak. Aku hanya kesal dengan pekerjaan para antis itu.”

Michi melihat semua tulisan  didinding dan pintu, “Aaah…Aku mengerti. Artis baru pasti akan mengalami hal ini sebelumnya, kamu harus sabar. Oh ya, tunggu.” Michi membuka tasnya lagi lalu mengambil selembar sapu tangan dan botol berisi cairan.

“cairan pembersih muka ini mengandung alcohol jadi bisa menghilangkan tulisan dipintu.” Kata michi menjelaskan, ia membasahi kainnya dengan cairan alcohol lalu ia melap tulisan dipintu.

“Wah, ajaib. Tulisannya hilang.” Kata yesung takjub, “aku pernah membersihkannya dengan air tapi tidak cukup ampuh menghilangkan tulisan-tulisan itu.

“Ini kan pelajaran dasar SMA, masa kamu tidak tahu.” Komentar michi, ia melap semua tulisan dipintu  sampai bersih semua.

“aku lupa…he..” yesung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“sudah selesai.” Kata michi lega, “Kalau untuk tulisan ditembok, seperti kamu harus mencat lagi. Mianhe.”

“Kenapa meminta maaf. Ini bukan salahmu. Bagaimanapun juga, terimakasih atas bantuanmu hari ini. Pembersih mukamu habis hanya karena membersihkan pintu, terimakasih sekali lagi. Oh ya, kamu kesini  karena  kakakmu?” Tanya yesung. Mimic muka michi berubah

“aku sudah telat. aku pergi dulu.”  Pamit michi tanpa menjawab pertanyaan yesung.
****

                “Ini jadwal kalian bulan ini. Perhatikan baik-baik jadwal kalian dan berlatihlah lebih keras.” Kata manajer hyung sambil membagikan jadwal bulanan pada anggota suju, mereka membaca dengan seksama jadwal masing-masing. Yesung menghitung jadwalnya bulan ini, semuanya jadwal perform, tidak ada jadwal individu. Ia melihat pada tanggal 27 ada yang berbeda, “Oh, kita akan lari marathon untuk acara amal?” Tanya yesung.

“Ya, persiapkan tubuh kalian untuk akhir bulan ini tanggal 27 karena kalian akan berlari marathon  sejauh 70km.” kata manajer hyung menjelaskan.

“Apa? 70km?” semua member terlihat kaget.

“Ya, 70km.” jawab manajer hyung dengan tegas tapi tidak ada yang berani membantah, semua harus mereka jalani dengan ikhlas. Manajer hyung kemudian meninggalkan ruangan.

                “Manajer hyung ada-ada saja mencarikan acara untuk kita. Caranya memang benar-benar tidak normal.” Kata heechul protes.

“Yang membicarakan tidak lebih normal dari yang dibicarakannya.” Komentar kangin.

“Mwo? Kau cari masalah denganku?” Tanya heechul kesal.

“Tidak. Aku sedang cari makanan. Lapar.” Kata kangin lalu pergi meninggalkan heechul, “Shindong-ah kau punya makanan?” panggil kangin, ia pergi kedekat shindong.

“Kalian ini bertengkar terus. Aku pusing mendengarnya.” Komentar donghae.

“Apa? Kalian? Aku ini hyungmu. Bicara yang sopan” Heechul semakin kesal.

Yesung  melewati heechul sambil berkata, “Hyung marah terus dari tadi? Lagi pms ya?”

“Yaaa….Kim Jong Woon.” Teriak heechul, yesung sudah kabur sebelum hyungnya lebih murka lagi, donghae masih duduk disana memperhatikan heechul, “Apa liat-liat?” Tanya heechul, nafasnya masih turun naik dengan cepat karena marah. Donghae mengalihkan perhatiannya ke arah lain agar heechul tidak semakin marah.

                Yesung lari sejauh mungkin, ia masih tertawa membayangkan hyungnya yang marah besar.  Hpnya berdering, yesung mengambil hpnya disaku celana, disana tertulis nama ji-eun, “hallo ji-eunah, ada apa?…” anya yesung.

“Jongwoon-ah,  bisa kita bertemu?”
*****

                Yesung berlari secepat kilat untuk bertemu dengan ji-eun, ia melihat ji-eun sudah duduk disebuah took kue, yesung segera menghampirinya.

“Mianhe, apa aku terlalu lama?” Tanya yesung.

“Tidak sama sekali. Ayo duduk.” Kata ji-eun mempersilahkan. Mereka duduk saling berhadapan.

“Kenapa kamu memanggilku kesini? Apa ada yang bisa aku bantu?” Tanya yesung, jantungnya berdegup sangat kencang, ia seperti pertama kali bertemu ji-eun.

Seorang pelayan membawakan kue berukuran sedang, “Ini? Setahuku ini bukan hari ulangtahunku, juga bukan hari ulangtahunmu.” Kata yesung bingung.

“Hari ini aku ingin merayakan hari yang menyenangkan ini denganmu. Karena hanya kamu yang selama ini menguatkanku. Terimakasih jongwoon-ah.”

“Memang kita merayakan apa?” Tanya yesung.

Ji-eun tersenyum, “Hari ini aku diterima audisi. Aku akan debut sepertimu.”

“Benarkah? Wah, ini berita yang sangat menyenangkan.” Kata yesung bahagia. “Ayo, cepat dipotong kuenya. Aku sangat lapar karena mendengar berita ini.” Ji-eun segera memotong kue dan memberikannya pada yesung.

“Selain itu, jongwoon-ah.”

“Ya?”

“Maukah kau menjadi pacarku? Seperti dulu. Aku merasa jika bersamamu, aku bisa lebih kuat.” Kata ji-eun. Yesung menghentikan makannya karena kaget.
****

                “Ayo, anak-anak cepat masuk mobil, kalau tidak kita bisa terlambat.” Manajer hyung terlihat sibuk menghitung anggota suju, apakah semuanya sudah masuk apa belum. “1,2,3……..11. kurang satu siapa yang belum keluar?” Tanya manajer hyung, member suju saling berpandangan.

“Shindong-ah, dia belum masuk mobil.” Kata sungmin.

“Kemana lagi anak itu?” manajer hyung terlihat kesal.

“Biasa hyung. Kebutuhan tiap pagi.” Kata yesung yang ditannggapi tawa oleh yang lain

“Dia terlalu banyak makan, jadinya seperti ini.” Kata manajer hyung.

“Tungguuuuuuuuuuu…..” teriak shindong, ia berlari tergopoh, lalu masuk mobil.

                Para member suju duduk di kursi yang disediakan untuk wawancara, mereka melakukan sesi wawancara dengan lancer dengan eteuk, kangin, dan heechul yang lebih banyak bicara. Sedang yang lain karena kurang berpengalaman lebih banyak diam dan menjawab jika ditanya saja.  Sedang yesung sepertinya ia sendiri saja yang terlupakan. Ia tidak mendapat sesi Tanya jawab sama sekali, ‘apa mereka lupa dengnku?’ batin yesung.

“Jangan sedih, ini baru awal. Kau harus lebih banyak belajar.” Kata eteuk menenangkan.

“Terimakasih hyung. Aku jalan-jalan dulu hyung, kalau manajer hyung menanyakanku, bilang saja aku pulang sendiri, lagi pula aku tidak ada jadwal lagi.” Kata yesung

“Baiklah.”

                Yesung berkeliling gedung KBS tapi ia belum bisa menemukan orang yang sedang ia cari, “Dimana tempat kerja michi ya? Aku lupa meminta nomor kontaknya lagi.”

“Jongwoon-ah, sedang apa disini?” Tanya ji-eun yang kebetulan melihat yesung.

“Oh.  Ji-eun. Aku baru saja selesai wawancara. Kamu sendiri sedang apa?” Tanya yesung.

“Aku sedang ada perlu dengan manajer, karena sudah ada disini aku ingin berkeliling, suatu hari nanti aku pasti bisa tampil disini.”

“Ya, kau pasti bisa. Aku yakin itu.”

“Terimakasih.” Ucap ji-eun.

Yesung melihat michi dari kejauhan, “Oh itu michi. Michiiiii…” Panggil yesung. Michi menengok lalu menghampiri ji-eun dan yesung.

“annyeonghasaeyo…” Sapa michi.

“Kamu tadi melihat recordingku ga?” Tanya yesung.

“Tadi kamu ada acara disini?” Tanya michi balik.

“Kau bahkan tidak tahu aku ada acara disini.” Kata yesung kecewa.

“Kalian sepertinya akrab sekali. Kita bahkan belum berkenalan.” Kata ji-eun.

“Oh iya, ji-eunah perkenalkan ini michi, temanku.” Kata yesung

“Perkenalkan aku michi.” Kata michi

“Aku ji-eun. Pacar jongwoon.” Kata ji-eun

“Ji-eunah…” yesung terlihat bingung.

“Oh begitu. Oh ya, aku sedang banyak pekerjaan, aku pergi dulu.” Kata michi pamit.
*****

                Hari sudah mulai gelap. Michi membereskan mejanya. Stasiun tv tetap ramai meski itu sudah malam. Michi keluar dari gedung, ia melihat yesung masih ada didepan gedung.

“Yesung-shi?” panggil michi.

“Kamu sudah selesai?” Tanya yesung.

“Ya.” Jawab michi dengan singkat.

“Aku janji akan mengajakmu ke timezone. Jadi hari ini aku ingin mengajakmu ke timezone? Bagaimana?” Tanya yesung.

“Maaf, aku tidak bisa. Aku pergi dulu.” Michi pergi meninggalkan  yesung.

“Tunggu. Kenapa kamu berubah? Tidak seramah dulu, apa kamu cemburu?” Tanya yesung

Michi berhenti, “Apa maksudmu?”

“Kamu cemburu dengan ji-eu? Kenapa? Kamu menyukaiku?”

“Yesung-shi.” Teriak michi, “kamu sudah keterlaluan.”

“Lalu kenapa?”

“Aku….aku seperti melihat sosok kakakku dalam dirimu. Kamu tahu kenapa aku sering terlihat di dormmu?”

“Jangan-jangan cerita security itu benar. Kakakmu yang bunuh diri itu?”

 Michi terlihat kesal, “Dia mempunyai mimpi sepertimu, dia tidak pernah mengeluh dengan latihan yang sangat berat, tidak pernah sama sekali, Ia berharap ekonomi keluarga bisa lebih baik setelah ia jadi artis . Tapi hari itu, aku tidak tahu kenapa kakak…..” michi tak sanggup melanjutkan kata-katanya.

“Aku tidak sama dengan kakakmu, aku tidak selemah itu.” Kata yesung,

Plak…michi reflek menampar yesung, ”Jangan menghina kakakku, kau bahkan tidak pernah bertemu dengannya, kau tidak tahu seperti apa dia. Sebaiknya kita tidak perlu bertemu lagi.”

“Baik, itu lebih bagus. Kita tidak perlu bertemu lagi.” Yesung pergi meninggalkan michi yang mulai menangis.
*****

                “Hyung, kau pulang jam berapa semalam? Padahal kita harus menjaga stamina untuk lomba marathon kali ini.” Kata ryeowook mengingatkan. “Matamu sayu sekali, jangan-jangan hyung tidak tidur semalam?”

Yesung mempersiapkan segala kebutuhannya, ia tidak menjawab ryeowook sama sekali.

“Hyung…hyung kenapa?” Tanya ryeowook, yesung sudah keluar meninggalkan ryeowook.

                Seluruh peserta sudah siap digaris start untuk memulai perlombaan marathon, yesung berlari dengan kencang, “hyung jangan cepat-cepat. Kau bisa cepat kelelahan.” Kata ryeowook memperingatkan tapi yesung tidak menghiraukannya sama sekali.

“Kali ini aku pasti bisa menang.” Kata kangin, ia mengejar yesung yang sudah didepan, kangin mulai menyusul dan melewati yesung, “Kau tidak akan menang dariku.” Kata kangin.

“Tidak kali ini.” Kata yesung, lalu mempercepat larinya.

Jarak yang ditempuh sudah setengahnya sekitar 30 km, mereka sudah sangat kelelahan dan sudah banyak pelari yang berguguran. Yesung dan kangin masih saja saling bersaing, tidak jauh dari mereka siwon menyusul dengan sangat cepat.

“Yaa….kau tidak bisa melewatiku.” Kata kangin dan yesung berusaha mengejar siwon tapi mereka tidak bisa mengejarnya.

“Wajahmu sudah pucat sekali. Sebaiknya kau menyerah saja.” Kata kangin.

“Tidak, tidak akan pernah.” Kata yesung, sebenarnya dia sudah sangat kelelahan tapi mengingat pembicaraannya dengan michi kemarin membuatnya  kembali berlari agar membuktikan bahwa ia tidak lemat. Tiba-tiba ia tidak mendengar suara apapun hanya terdengar suara dengungan, pengllihatannya pun mulai kabur, semua terlihat kuning dan putih. Beberapa saat kemudian semuanya menjadi gala.

“Yesung…yesung….” Panggil kangin.

                Yesung membuka matanya, “Aku ada dimana?” Tanya yesung. “kamu sedang ada ditenda. Tadi kamu pingsan. Membuatku kaget saja.” Kata kangin.

“Maafkan aku. semuanya sudah selesai? Siapa yang menang?” Tanya yesung.

“Orang lain yang menang, aku tidak tahu dari kelompok mana.”

“Ooh…..”

*****

                Yesung menyanyikan lagu believe untuk yang sekian kalinya, “Kau mulai mempunyai kemajuan dengan lagu ini.” Komentar pelatih vocalnya.

“Benarkah?” yesung tersenyum bahagia.

“Senyumanmu sangat aneh.” Kata pelatihnya.

“Benarkah?”

“Kau dari tadi Cuma mengatakan benarkah-benarkah saja.” Protes pelatihnya.

“Hehe…maaf sosaengnim. Aku juga tidak tahu dengan perasaanku, tiba-tiba aku tahu cara menyanyikan lagu ini. Sepertinya aku benar-benar tidak akan bertemu dengannya lagi.”

“Siapa?”

“Hanya seseorang.”

TBC








               













Artikel Terkait

3 komentar:

  1. Mimiiin,,, lanjutin lagi cerita nya :(
    Ternyata bias nya mimin sama aku sama euy, yeppa dan kyuppa , si thebest couple :D samasama aneh, ganteng, lucu, dan juga samasama punya suara yg khas dan bagus banget :D <3

    BalasHapus
  2. hehehe...mianhe, adminnya lama posting yg baru...huhuhu..
    oh ya, admin yessis cm suka sm yesung dan admin kyura cuma suka sm kyuhyun, kita org yg berbeda....^^

    BalasHapus
  3. lanjutin lagi min!! suka konflik sama alur ceritanya e("e)

    BalasHapus