#related-posts{float:left;height:160px;margin-bottom:10px; outline: 1px solid #fff;border: 1px solid #ddd;background: #f9fafb;} #related-posts h3{font-family: Francois One;font-size:20px;font-weight:400;color: #222222;margin-bottom: 0.5em;margin-top: 0.5em;margin-left: 0.5em;padding-top: 0em;} #related-posts ul{margin:5px;width:613px;padding-left:17px;list-style:none;display:block;} #related-posts ul li{list-style:none;position:relative;float:left;border:0 none;margin-right:11px;padding:2px;width:86px;} #related-posts ul li:hover{z-index:100} #related-posts ul li:hover img{border:3px solid #BBB} #related-posts ul li:hover div{font-size:7px;text-transform:capitalize;position:absolute;top:20px;left:-15px;margin-left:0;width:130px} #related-posts ul li img{border:3px solid #DDD;width:80px;height:80px;background:#FFF;display:block;} #related-posts ul li div{position:absolute;z-index:99;margin-left:-999em} #related-posts ul li .title{text-align:center;border:1px dotted #CCC;background:#fff;padding:5px 10px

Pages

Rabu, 09 November 2011

(FF) The Lost Life Part 1

Part 2 Part 3 Part 4 Part5
By : Yessis

setelah lama tidak membuat ff, akhirnya aku membuat ff lagi dengan tema yang tentunya berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. sebenarnya aku punya banyak 'PR' ff yang belum diselesaikan, tapi tenang saja semuanya akan aku selesaikan. enjoy it.....


Prolog  
Tubuhnya yang kurus dan putih terguyur air hujan, ia lihat langit malam itu sangat gelap, meski malam sangat pekat dan sunyi, dia tidak sendiri, seseorang selalu bersamanya, dia tidak terlalu suka denganya karena jika dia sudah datang kepalanya akan terasa sakit tapi jika dia tidak datang dirinya akan merasa sangat kesepian. Angin diatas gedung juga sangat kencang, menerbangkan syal biru yang ia pakai, ia berusaha menangkap syal tersebut tapi angin telah lebih dulu mengambilnya, syal tersebut jatuh ke bawah gedung. Ya, sejak sore tadi ia terus berdiri diatas gedung tersebut yang berlantai 3, gedung sekolahnya ketika SMA entah apa yang ia lakukan, entah apa yang ia pikirkan. Dia menengok ke arah kanan, mereka saling bertatapan cukup lama, kyuhyun sedikit tersenyum. Lalu mengalihkan lagi pandangannya kearah langit.


Orang lain yang tidak ia lihat wujudnya mulai berbisik ~Bukankah pemandangan malam ini sangat indah? Waktu yang cocok untuk mengakhiri semuanya, lakukanlah~ kepalanya terasa pusing jika mendengar bisikan-bisikan tersebut. Ia memagang kepalanya yang sakit tersenyum tapi matanya tidak memancarkan sebuah kebahagiaan maupun kesedihan. Ia mulai memanjat tembok pembatas, ia berdiri diatas sana tanpa perasaan takut sama sekali
***
               
“Jangaaaaaaaaaaaaaaaan….” Gyu ri terbangun dari mimpi buruknya. Sekujur tubuhnya berkeringat, berulang kali ia bermimpi hal yang sama.

“Gyu ri-ah, kau baik-baik saja?” Tanya gyu ri oemma yang langsung datang karena teriakan gyu ri.

“Oemma.” Panggil gyu ri dengan wajah khawatir.

“Kau bermimpi itu lagi?” Tanya oemma kemudian duduk disamping gyu ri. Gyu ri mengangguk.

“Aku benar-benar bingung. Aku tak tahu siapa dia? Dan kenapa dia bunuh diri? Matanya memandangku, seperti meminta bantuanku. Tapi…..aku sama sekali tidak bisa bergerak, bahkan suaraku pun tidak bisa keluar.” Oemma mendengarkan cerita anaknya dengan seksama.

“Apa yang harus kulakukan oemma? Mimpi itu seperti nyata. Aku benar-benar takut oemma.” Gyu ri memeluk oemmnya.

“Tenanglah. Itu hanya mimpi buruk. Mungkin kau terlalu kelelahan.” Eomma mengelus rambut gyu ri lembut agar membuatnya tenang.
****
                “Oemmaaaaaaa…” gyu ri melihat jam di hpnya menunjukkan Pkl. 07.00, dia telat berangkat kerja. Gyu ri dengan panik masuk kedalam kamar mandinya. Ia mandi dengan cepat lalu memakai pakaian kerjany, ia ambil tas kerjanya lalu pergi.

“Gyu ri-ah sarapan dulu.” Panggil oemma.

“Nanti saja oemma, aku sudah telat.” Teriak gyu ri lalu pergi. Oemmanya tersenyum melihat tingkah anaknya seperti biasa lagi, semalaman gyu ri tidak bisa tidur karena mimpi buruk, gyu ri baru bisa tidur ketika waktu mendekati pagi sehingga ia bangun telat.

                Gyu ri berlari sekencang-kencangnya, dia sudah telalu sering telat, “gawat…gawat…Jae suk soseongnim bisa ngamuk.” Gyu ri menambah kecepatan larinya ketika membayangkan wajah dokter jae suk. Gyu ri merupakan seorang co-as dokter kejiwaan, ia baru menyelesaikan kuliah kedokterannya beberapa bulan yang lalu, butuh waktu 6 tahun untuknya menyelesaikan kuliah, ia sangat menyukai bidang studynya hanya saja mungkin karena kemampuannya yang pas-pasan membuatnya harus menunggu lama untuk lulus, beruntung kedua orang tuanya tidak terlalu mempermasalahkannya yang terpenting bagi kedua orang tuanya adalah anaknya bisa bahagia dengan apa yang dikerjakannya.

Gyu ri menuruni tangga menuju stasiun kereta, kereta yang ia tuju sudah datang dan sebentar lagi akan segera berangkat. “Tidak. Aku harus masuk kereta itu. Kalau tidak aku bisa telat.” Batin gyu ri, ia mempercepat larinya, pintu kereta perlahan menutup, pada saat yang bersamaan gyu ri memaksakan diri untuk masuk, tubuhnya terjepit pintu. Seorang pria menarik tangannya agar bisa masuk kedalam kereta, tubuhnya sudah masuk kereta tapi kini giliran tas gendongnya yang terjepit, “Bagaiamana ini, apa aku akan terus seperti ini sampai stasiun berikutnya?” pikir gyu ri, “Oh tidak, laptopku. Apakah laptopku tidak akan pecah jika terjepit seperti ini?” gyu ri terus berpikir. Pria yang menolongnya menarik tasnya, “miringkan tasmu.” Perintahnya, sambil terus memegang tas gyu ri, gyu ri mematuhi perintahnya, hingga akhirnya gyu ri dapat terbebas dari insiden terjepit pintu kereta, “terimakasih.” Ucap gyu ri pada pria yang menolongnya, ia tidak berani melihat wajah pria tersebut karena malu lalu ia pergi mencari tempat lain yang agak jauh dari pria tersebut.

“Ada apa dengan hari ini?” batin gyu ri. Semuanya terasa kacau.

Diam-diam gyu ri penasaran dengan pria yang menolongnya, ia melihat kearah pria yang menolongnya.  Terlalu lama memperhatikan pria tersebut gyu ri tidak sadar kalau kereta sudah sampai di stasiun yang ia tuju. Ia segera berlari keluar dari kereta, beruntung kali ini ia tidak terjepit pintu kereta.
***

Gyu ri membuka pintu ruanganya perlahan, “mati aku.” batinnya, ia melihat kedalam ruangan tapi ia tak melihat siapappun.

“Jae suk soseongnim kemana?” Tanyanya pada diri sendiri.

“HEEEYYY…”

“AAaaaaaaaa…””  teriak gyu ri karena kaget, “kau mengagetkanku.” Gyu ri memukul hara.

“Sakit tahu.” Protes hara.

“Lagian, iseng.” Kata gyu ri lalu masuk kedalam ruangannya, ia merasa tenang karena jae suk soseongnim tidak ada ditempat.

“kau tahu dimana jae suk soseongnim?” Tanya gyu ri penasaran.

“Mangkanya jangan datang telat terus.” Kata hara, Gyu ri hanya tersenyum.

“Soseongnim mendapat pasien gawat. Dia sedang menuju rumah sakit, kamu disuruh menyusul. Ini alamat rumah sakitnya.” Hara memberikan selembar kertas pada gyu ri, gyu ri melihatnya dengan seksama.

“Memang pasien yang seperti apa?” Tanya gyu ri.

Hara mengangkat bahunya, “entahlah. Yang kudengar pasien tersebut mencoba bunuh diri. Ia menjatuhkan dirinya diatas gedung sekolah.” Jelas hara.

“Bunuh diri?”
***

“Soseongnim, maafkan aku terlambat.” Gyu ri tiba-tiba membuka pintu kamar pasien.

“Sssstt…Tidak bisa kah kau lebih tenang.” Kata jae suk soseongnim kesal.

“Maafkan asisten saya, dia anak baru.” Kata jae suk soseongnim pada seorang wanita berumur sekitar 40-an, matanya terlihat sembab mungkin karena menangis semalaman.

“Nam Gyu Ri imida.” Kata gyu ri memperkenalkan diri.

“Tidak apa-apa. Silahkan duduk, saya Cho Han mi, oemma dari kyuhyun.” Kata wanita tersebut ramah sambil memandang anaknya yang berada ditempat tidur dan belum juga sadarkan diri, kamar tersebut sangat bagus didalamnya lengkap ada kulkas, AC, sofa bahkan tempat tidur untuk keluarga yang menunggu pasien. Meskipun ia seorang asisten dokter tapi baru kali ini gyu ri masuk kedalam kamar VVIP rumah sakit. Gyu ri duduk didekat jae suk soseongnim lalu mengambil buku catatannya.

“Kita lanjutkan pembicaraan kita.” Kata jae suk soseongnim, Ny. Cho mengangguk.

“Jadi semenjak ia lulus SMA, ia jadi berubah?” Tanya jae suk soseongnim.

“Sebenarnya saya tidak terlalu yakin, karena perubahan yang ditunjukan oleh kyu-ah tidak terlalu terlihat jelas. Secara perlahan ia jadi lebih pendiam. Selain itu, jika malam hari ada yang menyalakan bel ia akan berlari mencariku, ia terus berada disampingku tanpa berbicara apapun seolah akan ada seseorang yang akan menyakitiku. Dan sekarang yang paling parah, ia mencoba bunuh di…” penjelasan Ny. Cho tertahan, ia tak bisa membendung lagi air matanya.

“Maaf, saya ketoilet dulu.” Ny. Cho kemudian pergi. Sementara itu, gyu ri masih bingung dengan pembicaraan mereka.

“Aku pergi dulu.” Kata soseongnim.

“Soseongnim mau kemana?” Tanya gyu ri yang terlihat semakin bingung.

“Aku ingin bertemu dengan dokter yang menangani kyuhyun, kau baca ini agar tidak bingung,” jae suk soseongnim menyerahkan sebuah file laporan pada gyu ri kemudian pergi. Gyu ri membaca laporan kesehatan jiwa kyuhyun.

“Cho kyuhyun 23 tahun.” Gyu ri kemudian duduk disamping kyuhyun, kepalanya mengalami luka berat, begitupun dengan kakinya, “kyuhyun meloncat dari gedung sekolahnya berlantai 3. Hmm…beruntung kau masih bisa hidup.” Kata gyu ri pada kyuhyun yang masih belum sadarkan diri.

“Alasan belum diketahui. Indikasi.........” Gyu ri kemudiam memandang kyuhyun lekat, “Kau sakit? Harusnya kau tahu, kau adalah orang yang sangat beruntung. Kau tahu kenapa aku bilang kau beruntung? Pertama kau punya orang tua yang kaya, kedua kau punya oemma yang sangat mencintaimu, ketiga bahkan tuhan sayang padamu karena kau Dia menyelamatkanmu dari kematian, dan yang terakhir kau beruntung bertemu denganku, seorang dokter kejiwaan nomor satu di Korea…..” gyu ri tertawa sendiri, mendengar kata-kata terakhirnya.

Tiba-tiba tangan kyuhyun memegang gyu ri. Gyu ri berhenti tertawa karena kaget, “Kau sudah sadar?” Tanya gyu ri. Kyuhyun membuka matanya, ia memandang gyu ri tajam.

“Maafkan aku, aku tidak bermaksud bercanda.” Mohon gyu ri, ia merasa sangat bersalah. Gyu ri berusaha melepaskan tangannya tapi kyuhyun masih tetap memegangnya erat.

“Aku kan sudah minta maaf, jadi tolong lepaskan tanganku.” Pinta gyu ri. Ia sangat takut melihat tatapan mata kyuhyun.

Gyu ri semakin ketakutan, “Lepaskan aku.” gyu ri melepaskan genggaman tangan kyuhyun dengan kasar.

“Ada apa?” Tanya Ny. Cho yang baru saja datang. Ia melihat kyuhyun sudah sadarkan diri.

“Anakku, kau sudah sadar.” Ny. Cho langsung memeluk kyuhyun. “Terimakasih Tuhan. Akhirnya anakku bisa sadar.” Ny. Cho terisak. Ia kemudian melihat gyu ri. Gyu ri menelan ludahnya sendiri karena takut, dia telah berbuat kasar pada kyuhyun,

“Terimakasih.” Kata Ny. Cho memeluk gyu ri, “aku….” gyu ri tidak dapat berbicara apapun.
***

                “heu....orangtua itu keras kepala sekali.” Gyuri berjalan gontai ke ruangan kyuhyun, ia teringat kembali pembicaraan dengan jae suk soseongnim,

Flashback
“Saya mohon. Apapun akan saya lakukan asal jangan orang itu.” Mohon gyuri.

“Kenapa?” tanya jae suk soseongnim,

“Karena......” gyuri bingung harus membuat alasan apa, dia tidak mungkin mengatakan alasan dia hanya karena perasaan takut.

“kita sebagai seorang dokter tidak bisa memilih-milih pasien yang kita inginkan. Mereka itu sama, kau tak boleh membeda-bedakan siapapun.”

“Tapi soseongnim....”

“Sudah cukup. Aku sedang sibuk.” Potong soseongnim.
ENDBACK

                Gyuri membuka pintu kamar kyuhyun, ia melihat kyuhyun duduk di kursi roda dengan kepala, tangan dan kaki yang masih diperban. Kyuhyun memadang keluar jendela, ia sama sekali tidak menyadari kehadiran gyuri.
                “Diluar indah ya.” Kata gyuri memulai pembicaraan. Kyuhyun menengok melihat gyuri yang ada dibelakangnya.

“Kau siapa?” tanya kyuhyun.

“Aku....Namaku Han Gyuri.”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya karena bingung kenapa gyuri ada disana.

“Hmm...kau pasti bingung kenapa aku ada disini.” Kata gyuri seolah tahu apa yang dipikirkan oleh kyuhyun.

“Sebenarnya aku juga tidak tahu kenapa aku ada disini...” gyuri tersenyum, “becanda. Aku disini sebagai apa ya? Aku bingung menjelaskannya. Intinya aku disini untuk mengawasi kesehatanmu.” Jelas gyuri, ia berusaha tidak menyinggung kyuhyun dengan mengatakan dia disana untuk mengawasi perkebangan kejiwaannya.

“Bilang saja kau disini untuk mengawasi kesehatan jiwaku.” Kata kyuhyun dingin.

“Eeh...Kau sudah tahu.”

Kyuhyun tersenyum kecut, “sudahlah, jika memang ada yang ingin kau tanyakan padaku, aku akan menjawabnya. Kau ingin bertanya apa?”

“Hmm...aku tidak tahu bertanya apa. Aku belum menyiapkan apapun.” Kata gyuri sambil tersenyum.

“Dokter yang aneh.” Kyuhyun menggerakkan bangku rodanya.

“Kau mau kemana?” tanya gyuri

“Aku ingin keluar. Kenapa? Apa aku tidak boleh keluar?” tanya kyuhyun kesal. ‘dia terlihat normal.’ Pikir gyuri.

Gyuri mendorong kursi roda kyuhyun, “apa yang kau lakukan?” tanya kyuhyun kaget.

“Aku mendorong rodamu.” Jawab gyuri.

“Maksudku...”

“Sudahlah, aku akan membawamu kemanapun tempat yang kau inginkan.” Kata gyuri mengotong perkataan kyuhyun lalu membawa kyuhyun keluar kamar.
***

                Gyuri membawa kyuhyun ke taman rumah sakit. “ah, tamannya sedang sepi mungkin karena mendung.” Kata gyuri melihat langit yang sudah mulai gelap. “Sepertinya sebentar lagi akan hujan.” Lanjutnya.

“Aku benci hujan.” Kata kyuhyun tiba-tiba.

“Kenapa?”

“Karena jika hujan, aku akan mendengarkan bisikan-bisikan itu lagi.” Jawabnya.

Gyuri terlihat heran dengan jawaban kyuhyun, “Bisikan? Siapa?” tanya gyuri.

Hujan turun dengan deras sehingga kyuhyun tak sempat menjawabnya. Gyuri segera membawa kyuhyun ketempat tertedak untuk berteduh. Mereka masuk kedalam bangunan tersebut. Bangu tersebut gelap dan juga lembab.

“Sepertinya ini tempat tukang kebun menyimpan alat-alatnya.” Kata gyuri melihat disekeliling mereka hanya ada perkakas untuk berkebun seperti gunting, pacul, alat pemotong rumput dan lain-lain.

“Kau tunggu sebentar disini. Aku akan membawa payung.” Kata gyuri kemudian ia berjalan kearah pintu.

“Jangan pergi.” Teriak kyuhyun terlihat ketakutan.

Gyuri menengok, “Tenanglah, aku hanya sebentar.”

“Tidak. Aku yakin bisikan itu akan datang lagi. Ku mohon jangan pergi.” Kata kyuhyun, ia semakin ketakutan.

“Baiklah. Kita tunggu hujan reda.” Kata gyuri lalu duduk disebuah bangku.
***

                Prankkk....kyuhyun membuka matanya oleh suara benda terjatuh, “Sepertinya kau menikmati tidurmu.” Kata seseorang, kyuhyun sangat kenal dengan suara tersebut. Tiba-tiba kepalanya menjadi pusing.

“Gyuri-shi, kau dimana?” teriak kyuhyun, ia tak melihat gyuri dimanapun.

“Kenapa kau mencari orang lain disaat aku berada disismu.” Kyuhyun menggerakkan kursi rodanya untuk mencari orang yang berbicara.

“Siapa kau? Keluarlah.” Teriak kyuhyun. Hujan deras masih turun membuat suara teriakan kyuhyun menjadi tidak terlalu terdengar.

“Ha...ha...ha...ha..” orang tersebut tertawa seperti menikmati ketakutan yang dirasakan oleh kyuhyun.

Sebuah pintu terbuka, seseorang dengan pakaian serba hitam dan juga memakai topi masuk kedalam ruangan tempat kyuhyun berada. Kyuhyun berusaha mengenali orang tersebut tapi semuanya percuma saja, karena tempat tersebut terlalu gelap.

“Siapa kau?” tanya kyuhyun.

“Hah...siapa aku tidaklah penting.” Katanya.

“Kau...” teriak orang tersebut, “Kenapa kau masih hidup setelah semua yang kau lakukan.” Lanjutnya. Cahaya petir membuat kyuhyun dapat melihat wajah orang tersebut walaupun hanya sebentar. Orang tersebut berwajah bulat dengan mata yang sipit, badan kurus dan juga tinggi. Dari matanya menyiratkan kebencian yang sangat besar. Wajahnya mengingatkan kyuhyun pada sahabat akrabnya yang bernama kim jongjin. Sudah lama sekali ia tak bertemu dengan sahabat karibnya itu.

“Jadi, selama ini kau yang telah berbisik ditelingaku.” Kata kyuhyun lemah. “Aku tak pernah berniat untuk hidup lebih lama.” Lanjutnya.

“Lalu kenapa kau masih disini? Menikmati hidupmu.” Bantah orang tersebut.

“Aku ingin mati lebih banyak dibandingkan yang kau inginkan.” Teriak kyuhyun.

“Lakukanlah.” Kata orang tersebut memberikan sebuah pisau berkarat pada kyuhyun. Kyuhyun mengambilnya.

“Lakukanlah. Apa yang kau pikirkan.” Teriak orang tersebut.

Kyuhyun memandang pisau tersebut, “Aku akan berada dalam damai setelah ini.” Katanya lalu mengangkat pisau tersebut. Tiba-tiba pintu terbuka, cahayanya mengenai wajah kyuhyun dan menyilaukan, ia melihat gyuri berada di pintu.

“Apa yang kau lakukan.” Teriak gyuri lalu merebut pisau yang dipegang kyuhyun.

“Kau pengecut. Kau tidak akan pernah berani melakukannya.” Kata orang tersebut.

“Aku bukan pengecut. Aku akan melakukannya.” Teriak kyuhyun lalu berusaha merebut pisau yang dipegang gyuri tapi dengan cepat gyuri membuangnya.

“Kau bicara dengan siapa?” tanya gyuri.

“Kau tak melihatnya?” tanya kyuhyun bingung. Gyuri mulai sadar dengan keadaan kyuhyun, kejiwaannya terlalu labil.

Gyuri tersenyum, “Aku melihatnya. Tentu saja melihatny.” Gyuri berjalan kesebuah sudut didepan kyuhyun.

“Anda sebaiknya jangan mengganggu kyuhyun lagi. Pergilah.” Teriak gyuri.

Kyuhyun tertunduk lemas, “Dia bukan berdiri disana.” Kata kyuhyun, “Aku pasti sudah gila. Aaaaaarrrggggggggghhh...” kyuhyun memegang kepalanya yang sakit. Gyuri memgang pundak kyuhyun. “Kyuhyun-shi tenanglah. Kau sama sekali tidak gila.” Kata gyuri berusaha menenangkan. Sedang orang tersebut hanya tersenyum melihat kyuhyun kesakitan.

TBC

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar